14 September 2017

Drama Dalam Sepakbola, Antiklimaks Vietnam

Drama Dalam Sepakbola, Antiklimaks Vietnam - Pepatah Bijak mengatakan bahwa rivalitas hanya 90 menit dilapangan, setelah itu tetap kita utamakan fair play dalam setiap pertandingan sepakbola. Sama ketika Persib punya pemeo "Persib Nu Aing", mau kalah mau menang Persib tetap nu aing. Begitu pula terhadap Timnas Sepakbola kita, menang atau kalah Garuda tetap di dada. Suport dan junjung terus martabat sepakbola kita.

Drama Dalam Sepakbola

Kita ambil contoh dulu dari pergelaran Piala AFF U-18 2017 Myanmar. Ketika perjuangan anak-anak muda Indonesia ditekuk kalah oleh Vietnam dengan skor telak 3-0 tentunya harapan kita pupus, bahkan mungkin kita mengumpat pemain atau wasit untuk menumpahkan kekecewaan kita sebagai penonton atau suporter, apapun itu namanya kalah tetap menyakitkan.
Lalu kita lihat perjalanan timnas Vietnam, dari 3X laga Vietnam tanpa kesulitan mengatasi lawan-lawannya. Laga pertama mempercundangi Brunei dengan skor telak 8-1. Laga kedua memukul Thailand dengan skor 5-0. Laga ketiga mengalahkan Indonesia dengan skor 3-0. Drama terjadi dilaga ke-4 dan merupakan anti-klimax buat Vietnam kalah 1-2 dari Myanmar, hingga ia tersingkir untuk melaju pada babak semifinal.

Walau Vietnam hanya kalah tipis 1-2 oleh Myanmar, namun tabel klasmen akhir grup B kemudian menunjukan Vietnam dan Myanmar mengemas nilai dan selisih gol kembar yakni 9 poin dan surplus 14 gol. Namun sayang pada laga terakhir yang sekaligus menunjukan hasil head to head Vietnam vs Myanmar itu harus rela menyerahkan posisi runer up dan tiket semifinal kepada Myanmar.

Disisi lain meski Vietnam unggul head to head atas Indonesia, namun aturan dalam Piala AFF U-18 kali ini mengutamakan keunggulan selisih gol daripada head to head untuk pemeringkatan ketika terjadi poin sama, maka Indoneia-lah yang berhak menjadi juara grup B.

Tersingkir secara anti-klimak jelas memberi kekecewaan terhadap para pemain, pelatih dan para suporter Vietnam, namun aturan dan fair play haruslah tetap terjaga karena disini pula seninya sepakbola lahir, seni yang menjadi drama dalam sepakbola.

    Choose :
  • OR
  • To comment
Tidak ada komentar:
Write komentar

Terima kasih atas minat Anda terhadap Kotak Komentar ini.
Berkomentarlah sesuai topik.
Dilarang Keras menautkan Link !!!

Terbaru
Back to top