2 November 2017

Perjuangan Seorang Ibu - Rizza Zanny Kumontoy

Perjuangan Seorang Ibu - Rizza Zanny Kumontoy - Postur tubuh yang kecil dan pendek SCI (Standar Cewek Indonesia) tak akan disangka bila ia adalah seorang ibu dari putri semata wayangnya Kayla.Meski memiliki keterbatasan pisik, kaki yang tidak utuh akibat penyakit panas yang berkepanjangan membuat keterbatasan pada langkahnya. Namun perjuangan seorang ibu ini pantas kita apresiasi.

(Baca artikel terkait : Hidup Adalah Perjuangan)

Perjuangan Seorang Ibu

Demi anak tercintanya seorang ibu rela berbuat apa saja selama itu baik dan halal apa yang ia buat, seperti halnya Sanny, keterbatasn pisik tak membuatnya ia lantas menyerah pada kerasnya kehidupan. Berawal dari "larinya" ia ke kota Serui dari Menado lalu bekerja di counter hp Yapen Komputer Serui. Selama ia bekerja tak pernah saya mendengar ia berkeluh-kesah mengenai hidup, baik itu lagi sehat ataupun sakit dia hadapi sendiri.

"coba ng lia qt zlalu mngalah p ng..
sampe kapan ng biza mo roba tu sifat denk ng pe kata"
kalu nda syng nda mungkin qt bertahan,,
kalu nda syang nda mungkin qta mengalah.qt mengalah karna qt lebe hargai torang pe hubungan.. coba kwa ng biza robah ng pe kasar supaya ley qt bole mo bha komunikasi enak denk ng.. kalu baru 1 kata kaluar di qta pe mulu ng zo bha marah,, beking apa dank qt ? ng qt zyng zkli bro .. mar kalu denk mo bha komunikasi qt so nembole mo bagimana dank qt? ng itu msih syng ato zo pastiu.. kase pasti jo"

Rizza Zanny Kumontoy

Selama Sanny disini (di Serui) mungkin akulah lelaki satu-satunya yang ia anggap kakak(saudaranya sendiri), bagaimana tidak apapun kehidupan ia selalu ia curahkan tanpa malu untuk sekedar berbagi dan bisa jadi mengurangi beban pikirannya. Akulah teman ternyamannya untuk sekedar "curhat". 

Sama seperti saya, kesukaannya adalah kopi, kopiku adalah kopinya. Mamang adalah panggilan akrab dia sama saya. "Mamang ada kopikah, saya blom sempat beli nieh", satu kalimat yang tak pernah saya lupakan dari dia. Selama kerja disini, lamanya bukan kerja tapi sakitnya, entahlah ... sakit yang ia bawa dari semenjak dulu. Pulang kembali ke kampung halamannya karena alasan sakit.

Sejak pulang ke kampung halamannya di Menado hubungan "curhat-mencurhat" ini tak pernah henti meski kita lakukan lewat Facebook. Apappun masalah yang ia hadapi disana, saya yang jauh disini bisa tau masalah yang sedang ia hadapi, dari sakit, punya gebetan baru, dan masalah kerjanya dikampung halamannya.

Satu hal yang bisa kita ambil dari prinsip hidupnya adalah selama ia mampu bekerja selama itu pula ia tak akan meminta belas kasihan orang. Ia akan terus berjuang meski dengan keterbatasan pisik yang ia punya.

Lama kita tak pernah sua di facebook, lama juga kita tak mendapat kabar karena berbagai kesibukan masing-masing. Namun malam tadi datang kabar yang tak diharap dari salah seorang temannya yang ada di Serui bahwa Rizza Zanny Kumontoy telah pergi untuk selamanya meninggalkan kita semua yang mencintai kegigihanmu dalam menaklukan kerasnya dunia. Meninggalkan kita semua yang senang dengan cerita konyolmu.

Ternyata kamu yang gigih menaklukan kejamnya dunia tak mampu bertahan atas sakit yang dideritamu, entah berapa lama kamu terbaring sakit, namun saya kakakmu yakin disini selama terbaring sakit, kamu tak menyerah begitu saja. Kita hanya insan sayang, seorang hamba Allah yang selamanya harus tunduk dan patuh pada keputusan-NYA. Bukan karena benci, tapi Tuhan lebih menyanyimu untuk selalu dekat dengan dekapan-NYA.

Selamat jalan adikku semoga kamu mendapatkan tempat terindah disisi-NYA, Aamiin !

    Choose :
  • OR
  • To comment
Tidak ada komentar:
Write komentar

Terima kasih atas minat Anda terhadap Kotak Komentar ini.
Berkomentarlah sesuai topik.
Dilarang Keras menautkan Link !!!

Terbaru
Back to top