3 November 2017

Tradisi Pemakaman Unik Indonesia

Ritual Pemakaman Unik Indonesia - Bukan hanya cerita ketika Indonesia punya beragam suku dan budaya hingga melahirkan keunikan yang beragam. Banyaknya suku-suku dan budaya di Indonesia memunculkan beragam kebiasaan yang berbeda pula disetiap daerahnya, dari prosesi pernikahan hingga prosesi pemakaman.

Tradisi Pemakaman Unik Indonesia

(Baca artikel terkait mengenai Prosesi Pernikahan pada : Prosesi Pernikahan Putri Presiden)

Ritual - Tradisi - Prosesi pemakaman seperti di daerah Tanah Toraja Sulawesi Selatan, kita mengenal prosesi pemakaman di daerah ini disebut Rambu Solo. Pemakamannya sendiri dibuat dibagian atas tebing. Menurut kepercayaan masyarakat Toraja semakin tinggi jenazah diletakan maka akan semakin cepat pula rohnya sampai ke nirwana.

Di daerah Bali pembakaran jenazah disebut NGABEN yang bertujuan untuk mengirim jiwa pada kehidupan setelah kematian. Berbeda dengan di Desa Trunyan Bali, warga yang telah meninggal hanya ditempatkan pada sebuah sangkar yang terbuat dari anyaman bambu dan dijajarkan dengan jenazah lainnya.

Tak hanya di daerah Toraja atau Bali saja yang punya Tradisi Pemakaman Unik, di daerah lainpun di Indonesia punya ritual pemakaman unik. Berikut adalah Tradisi Pemakaman Unik di Indonesia :

1. Saur Matua, Suku Batak Sumatera Utara
Saur Matua yaitu apabila ada orang yang meninggal dan telah menikahkan anak-anaknya serta memiliki cucu dari anak-anaknya, kematian inilah yang digambarkan oleh masyarakat Suku Batak. Pelaksanaan upacara pemakaman Saur Matua idealnya dilakukan ketika seluruh putra-putri dari jenazah hadir.

2. Upacara Brobosan, Jawa
Brobosan dilakukan dengan cara mengangkat keranda jenazah tinggi-tinggi dan memanjatkan doa. Kemudian pihak keluarga yang terdiri dari anak, cucu atau kerabat dekat dari jenazah berjaan dibawah keranda secara bergantian dari kanan kekiri sebanyak tiga kali. Tradisi ini bertujuan untuk menghormati orang yang meninggal dan untuk mendapatkan tuah dari jenazah. Tradisi brobosan ini tidak dilakukan jika yang meninggal adalah anak-anak.

3. Marapu, Sumba
Masyarakat pulau Sumba rata-rata mempunyai kepercayaan Marapu yang berarti pemujaan pada nenek moyang dan leluhur. Upacara pemakaman ini terjadi di dalam rumah orang yang telah meninggal dan terdapat dua tahap untuk melakukan prosesi ini. Pertama jenazah dibungkus dnengan kain hingga berlapis-lapis   lalu diletakan dalam peti kayu. Yang kedua jenazah diletakan dalam kondisi jongkok seperti bayi yang ada dalam kandungan yang memiliki arti kelahiran baru.

4. Waruga, Minahasa Sulawesi Utara
 Pemakaman leluhur Suku Minahasa disebut Waruga. Berbeda dengan pemakaman dengan di daerah lain, suku Minahasa ini memakamkan orang yang sudah meninggal dengan cara diletakan pada posisi duduk menghadap ke utara dan tumit kaki menempel pada bokong serta kepala mencium lutut. Tujuan dihadapkan ke utara untuk menandakan bahwa arwah nenek moyang Suku Minahasa bagian utara. Pada umumnya bentuk Waruga berupa kotak batu dengan genting atap yang berbentuk segitiga.

5. Mumifikasi, Suku Dani Papua
Tidak menjadi hak mutlak suku Mesir namun mumifikasi juga ada di Indonesia tepatnya di daerah timur Indonesia yakni di Suku Dani Papua. Proses mumifikasi suku Dani ini tergolong termasuk primitif karena prosesnya dilakukan dengan cara pengasapan.

    Choose :
  • OR
  • To comment
Tidak ada komentar:
Write komentar

Terima kasih atas minat Anda terhadap Kotak Komentar ini.
Berkomentarlah sesuai topik.
Dilarang Keras menautkan Link !!!

Terbaru
Back to top